BISNISEKONOMI

4 Investasi Risiko Rendah yang Layak Dicoba

BISNIS – Sejumlah orang paling tajir di dunia telah memulai investasi sejak belia. Misalnya saja miliarder asal Amerika Serikat, Warren Buffet yang sudah mulai berinvestasi sejak usianya baru 11 tahun. Keren, kan?

Kamu juga bisa memulai berinvestasi sejak muda seperti Pak Buffet, lo. Semakin dini kamu berinvestasi maka dana yang kamu investasikan bisa punya lebih banyak waktu untuk berkembang dan meraih hasil investasi yang lebih besar di masa yang akan datang.

Sebagai investor muda yang memiliki keterbatasan dalam pengetahuan tentang investasi dan modal, wajar saja jika kamu sangat hati-hati memilih investasi. Bagaimana kalau kamu memulai “latihan” investasi pada instrumen investasi yang rendah risikonya? Misalnya saja dengan empat investasi minim risiko di bawah ini:

  1. Emas
    Risiko investasi emas terbilang rendah karena harga logam mulia ini cenderung naik dari tahun ke tahun. Emas termasuk instrumen investasi yang tahan terhadap laju inflasi. Jika pun harganya turun, kemungkinannya sangat kecil, tidak drastis dan biasanya hanya terjadi sesaat, sehingga jumlah harta kamu dalam bentuk investasi emas tidak akan berkurang, justru akan bertambah.

Kelebihan lainnya, harga emas tidak tergantung kebijakan pemerintah layaknya kebanyakan instrumen investasi lain seperti saham dan properti. Sebagai investor muda dengan dana terbatas, investasi logam mulia ini sangat tepat lantaran tidak membutuhkan modal besar dengan persyaratan dan cara yang cukup mudah.

Investasi emas juga dapat kamu jadikan jaminan ke bank atau Pegadaian jika membutuhkan uang tunai dalam waktu cepat.

  1. Deposito
    Deposito termasuk investasi rendah risiko dan dilindungi oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Sebagai investasi dengan risiko rendah, imbal hasil alias return yang ditawarkan pun tidak terlalu tinggi. Kendati demikian, deposito memberikan bunga yang lebih baik dibanding tabungan.

Meski kamu tidak bisa menarik uang sebelum jatuh tempo, namun beberapa bank memberikan kemudahan dengan mentransfer bunga deposito langsung ke rekening nasabah setiap tanggal jatuh tempo. Jika tertarik investasi di deposito, ada baiknya kamu membandingkan suku bunga yang ditawarkan antarbank dan mempertimbangkan reputasi bank bersangkutan.

  1. Reksa dana
    Reksa dana menjadi salah satu produk investasi alternatif bagi pemodal kecil dan sibuk. Jika investasi di instrumen ini, kamu akan dibantu oleh perusahaan manajer investasi profesional sehingga kamu tidak perlu memiliki keahlian seperti menganalisa pasar saham dan menghitung risiko investasi.

Manajer investasi yang akan mengelola dana kamu untuk diinvestasikan ke sejumlah portofolio efek (surat berharga) seperti obligasi, deposito dan saham. Risiko investasinya pun akan tersebar alias lebih minim.

Membeli produk reksadana juga mudah karena selain bisa dibeli langsung di perusahaan manajer investasi (MI), kamu juga bisa membeli melalui bank yang ditunjuk sebagai agen penjual reksa dana. Namun perlu diingat, pilih bank atau perusahaan MI yang kredibel, ya.

  1. Asuransi investasi
    Mungkin kamu pernah ditawari asuransi rasa investasi, yaitu produk asuransi yang dikombinasikan dengan produk investasi.

Asuransi investasi ini sering melekat di asuransi kesehatan. Jadi selain kamu akan dilindungi asuransi bila sakit, dana yang kamu setor juga tidak serta merta hilang karena layanan proteksi.

Ketika berinvestasi di produk asuransi-investasi, dana yang kamu setorkan akan dibagi dua, sebagian untuk asuransi dan sisanya untuk investasi. Kamu hanya cukup membayar satu premi untuk asuransi dan investasi. Namun produk ini biasanya lebih mahal dibanding produk asuransi biasa.

Mahal? Yup. Karena selain mendapat jaminan perlindungan, kamu juga bisa mendapatkan keuntungan dari hasil investasinya.

Tetapi perlu diingat kalau kamu tidak bisa serta merta mencairkan dana investasi ini. Ada peraturan mengikat yang harus kamu patuhi, misalnya dana investasi baru bisa dicairkan bila kamu sudah lima tahun ikut dalam asuransi tadi.

Sebagai investor muda, memang lebih bijaksana memulai investasi dengan instrumen yang lebih minim risiko namun bisa memberi keuntungan. Selain itu sekarang berinvestasi pun makin mudah dengan aplikasi investasi online. Jadi, tunggu apa lagi?

Reporter : Adie
TAG
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
%d bloggers like this: