BUDAYA

Suasana Perayaan Imlek ke 2570 di Situbondo

SITUBONDO, kompasjatim.com – Tahun baru imlek merupakan hari yang sangat berarti bagi penganut agama Budha, Konghucu, dan Thaw, karena hari itu merupakan salah satu hari yang dinanti umat tersebut.

Salah satu tempat ibadah PO Thong Biaw, atau tridarma yang berada di Besuki, Kabupaten Situbondo merupakan tempat peribadatan yang berdiri sejak tahun 1852 dan hingga saat ini masih berdiri kokoh, Selasa (05/02/2019).

Menurut salah satu pemangku Po Thong Biaw Tridarma, Gunarto Setiawan, mengatakan bahwa tahun imlek 2019 merupakan tahun imlek 2570 dan masuk pada sio babi tanah yang berarti Tahun bertentangan.

“Pada hari raya imlek tahun 2019 merupakan imlek yang ke 2570 bertepatan pada hari Selasa tanggal 5 Februari 2019 dan ini merupakan hari yang di tunggu dan sangat berarti bagi umat Budha, Konghucu dan Thaw,” katanya.

Dijelaskannya, “Makanya tempat peribadatan kami yang berada di Besuki ini di namakan tridarma atau po Thong biaw yang berarti tiga aliran umat beragama yang tempat peribadatannya di tempat ini mas, dari kemarin hingga siang tadi banyak umat beribadah di sini,” tambahnya.

Perlu diketahui tempat peribadatan ini ditempati para dewa yang berada di Situbondo, ada 7 dewa yang mendiami tempat peribadatan tersebut di antaranya, dewa bumi, dewa macan putih, dewa langit, dewa perang, dewa tuan rumah, dewa kawan in dan dewa imlek hut,” ucap Gunarto panggilan akrabnya.

Ia juga menambahkan, bahwa pada tahun 2019 ini merupakan sio babi tanah yang artinya bertentangan dan berbeda dari tahun sebelumnya yang tepat pada sio anjing 2018, Sedangkan untuk tahun yang akan datang tepat pada sio kera.

“Untuk tahun 2018 itu tepat pada sio anjing, tahun sekarang 2019 itu sio babi tanah dan untuk yang akan datang tahun 2020 tepat pada sio kera mas, dan saya sampaikan tempat peribadatan kami itu berdiri sejak tahun 1852 ,bersyukur sampai saat ini berdiri tegak dan kokoh, untuk umat di Situbondo berjumlah 150 yang tersebar di wilayah kota dan pedesaan,” tandasnya.

Masih Gunarto, “Sengaja kami tidak mengadakan pesta semacam barongsai karena umat berkurang dikarenakan ada yang meninggal dan pindah agama, kami mengharap untuk ke depan dalam adanya hari imlek ini semoga Situbondo lebih baik dan di jauhi musibah bencana, dan di jaga oleh ke-7 dewa yang mendiami di Situbondo,” pungkasnya.

Reporter : Zaen Giri
TAG

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
%d bloggers like this: