LINTAS DAERAHLINTAS PERISTIWA

Kisruh dan Bubar Musda di Sampang, Begini Penjelasan Ketua KNPI Jatim

SAMPANG, kompasjatim.com – Usai kekisruhan dan pembubaran paksa yang terjadi pada penyelenggaraan Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Sampang yang ke-4 di Aula Hotel Wisata Camplong, Jalan Raya Tambaan Camplong, Sampang, Madura, kini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat khususnya para pemuda di Sampang.

Seperti dilansir kompasjatim.com sebelumnya dengan judul “Kisruh, Musda ke-4 KNPI Sampang Dibubarkan”. Kekisruhan terjadi sekitar pukul 23:00 WIB pada Rabu, 13 Februari 2019, setelah beberapa peserta menerima banyak kejanggalan mulai dari SK yang baru diberikan hingga nomor SK yang diduga asal, Kamis (14/02/2019).

Menanggapi hal itu Ketua I DPD KNPI Jatim, Akhmad Nurhuda, menyampaikan bahwasanya pihaknya telah memberikan kewenangan sebagai bentuk penghormatan kepada DPD untuk menyelenggarakan musyawarah daerah (Musda) sesuai situasi dan kondisi masing-masing daerah tentunya dengan harapan transparan dan baik.

“Setelah kami memberikan kewenangan pada DPD dengan harapan dilaksanakan dengan baik dan transparan. Namun, faktanya mungkin masih ada beberapa hal yang belum bisa diterima, sehingga kami memutuskan caretaker terlebih dahulu,” katanya pada wartawan.

Lebih jauh, ia berharap agar seluruh stakeholder yang ada di sini masih tetap Istikomah memberikan masukan pada pihaknya guna dapat menghidupkan kembali KNPI yang selama ini vakum.

“Kami akan konsolidasi, baik mengenai keanggotaan, ke pesertaan dan lain sebagainya, kami harap semua pengurus bisa diakomodasikan. Kami yakin semua ini merupakan dinamika dalam berorganisasi. untuk menangani hal ini kami akan bentuk caretaker, masalah jadwal sesuai hasil rapat kami di Jawa Timur, kami juga akan komunikasi dengan pemerintah Kabupaten Sampang, ” tandasnya.

Disinggung mengenai masalah SK yang berujung gejolak dari peserta ia mengaku memang ada hal yang sifatnya administratif. “Nanti kami akan luruskan, bukan hal berlebihan, itu administratif saja pasti kami luruskan, miss persepsi saja,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama Brilian Sugiarto selaku Koordinator Wilayah (Korwil) KNPI Madura menambahkan, bahwa problem tersebut menurutnya hanya dalam persiapan yang kurang matang.

“Kami rasa hal ini kenapa kami Caretaker, karena memang forum tidak bisa dilanjutkan lantaran masih ada yang harus dibenahi, kami rasa kurang dalam persiapan saja. Apa yang kita lihat hari ini kami rasa merupakan dinamika yang tak perlu dibesar-besarkan,” pungkasnya.

Reporter : Adie
TAG

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
%d bloggers like this: