LINTAS DAERAH

Imigrasi Jember Gelar Rapat Timpora, Sinergikan Pengawasan Orang Asing

BONDOWOSO, kompasjatim.com – Rapat tim pengawasan orang asing (Timpora) yang digelar di Ballroom Hotel Ijen View, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timir, oleh timpora kecamatan se-kabupaten Bondowoso, Rabu (13/3/2019). Rapat tersebut digelar oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham RI) wilayah Jatim, kantor imigrasi kelas II TPI Jember.

Hadir dalam rapat timpora tersebut oleh Kapolsek, Danramil wilayah kecamatan se-kabupaten Bonsowoso. Selain itu, juga dari beberapa perwakilan dari dinas berwenang.

Menurut Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil kemenkumham Jatim, yang diwakili Kabid Intelgakim (Intelegen penindakan keimigrasian) Wisnu Danu Fajar, bahwa acara itu digelar guna mensinergikan seluruh instansi yang mempunyai tanggungjawab terhadap pengawasan orang asing dalam suatu wadah timpora.

“Timpora ini suatu wadah untuk mengumpulkan data dan informasi yang berkaitan dengan keberadaan dan kegiatan orang asing,” katanya.

Diakui Wisnu, bahwa sampai saat ini masih ada keterbatasan pengawasan dari instansi terkait. Dengan adanya wadah Timpora ini, maka mempercepat dalam merespon keberadaan orang asing yang benar-benar bermanfaat.

Lanjut Wisnu, semua yang mengikuti rapat ini sudah merupakan timpora yang diterbitkan SK oleh kantor imigrasi Jember. Maka instansi yang berwenang dalam SK yang ditunjuk adalah orang yang mampu dan cakap dalam hal pengawasan orang asing.

Selain itu, timpora juga mempunyai kewenangan operasi bersama, sesuai kondisinya masing-masing terhadap titik-titik yang menjadi perhatian. Khususnya kepada orang asing yang menyalahi aturan diwilayah.

Untuk di Jatim, pembentukan Timpora serta penyusunan program dan rencana kerja kegiatan baik untuk Timpora tingkat Provinsi, Kabupaten kota dan kecamatan. Kendatinya untuk memantau aktifitas keberadaan orang asing.

“Kita akan menyasar orang asing yang masuk kedalam, yang awalnya tujuan wisata. Namun, kemudian dia berubah berjualan, dan kejadian ini tidak menutup kemungkinan terjadi,” paparnya.

Bagi orang asing yang ada dikota besar yang sudah membaur agak sulit dilakukan pendeteksian. Terutama, bagi orang dari Asia Selatan, yang kulitnya sama, posturnya juga sama.

“Dengan kesulitan itu, maka sangat penting adanya sinergi yang baik antar instansi. Jika ditemukan orang asing ilegal, pihaknya akan menindak tegas sesuai dengan undang-undang nomor 6 tahun 2011 tentang imigrasi,” pungkasnya.

Reporter : Moh. Darmono
TAG

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
%d bloggers like this: